
waktu itu cepat sekali berlalu, takkan dapat diulang...
itulah yang sekarang saya alami, penyesalan selalu datang belakangan. Cerita Bermula sejak kelas 1 SMA di salah satu sekolah swasta di daerah Tangerang. mengingat dulu, saya adalah seorang yang pendiam dan sangat serius dalam menyimak setiap pelajaran di sekolah. saat itu, seperti remaja kebanyakan, saya sangat suka bermain dan mencari pengalaman baru. Berbekal kemampuan dalam bergaul, tak lama orang mulai mengenal saya dan bagaimana saya berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
membaca sudah menjadi keseharian saya, tidaklah mengherankan bila banyak sekali buku(komik atau pengetahuan umum) di dalam kamar. semakin saya banyak membaca, semakin banyak ilmu dan pengalaman yang didapat. Salah satu hobi yang masih terbawa sampai sekarang adalah rasa ingin tahu yang tinggi tentang suatu hal baru menjadikan saya orang yang sedikit banyak bersikap Skeptis. berbicara soal teman, ada banyak yang memang saya sukai dan merasa cocok bila di dekat mereka. saya termasuk orang yang beruntung dikelilingi oleh teman2 yang dapat diandalkan dan sedikit banyak turut berperan dalam membangun potensi yang selama ini masih terpendam.
pada awal masuk SMA, saya ditempatkan di kelas X-2 bersama dengan teman2 yang bisa dikatakan termasuk pintar( rata-rata peringkat 10 besar dulu di SMP). melihat banyak persaingan, saya tidak gentar ataupun takut, malahan memicu semangat dalam belajar. alhasil, nilai rapor saya memuaskan di semester 1. mulai masuk semester 2, niat saya belajar menjadi kurang dikarenakan sering bermain dan pelajaran yang lumayan sulit seperti biologi, fisika dan matematika. padahal, sewaktu SMP nilai biologi dan fisika termasuk bagus.
akhirnya, kenyataan pun terjadi bahwa saya harus memilih jurusan IPS ketimbang IPA yang sangat diagung-agungkan...
kelas 2 SMA, masa-masa dimana kemampuan saya mulai terasah kendati persaingan sudah agak longgar karena sebagian teman2 yang pintar masuk IPA.
bersambung...
itulah yang sekarang saya alami, penyesalan selalu datang belakangan. Cerita Bermula sejak kelas 1 SMA di salah satu sekolah swasta di daerah Tangerang. mengingat dulu, saya adalah seorang yang pendiam dan sangat serius dalam menyimak setiap pelajaran di sekolah. saat itu, seperti remaja kebanyakan, saya sangat suka bermain dan mencari pengalaman baru. Berbekal kemampuan dalam bergaul, tak lama orang mulai mengenal saya dan bagaimana saya berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
membaca sudah menjadi keseharian saya, tidaklah mengherankan bila banyak sekali buku(komik atau pengetahuan umum) di dalam kamar. semakin saya banyak membaca, semakin banyak ilmu dan pengalaman yang didapat. Salah satu hobi yang masih terbawa sampai sekarang adalah rasa ingin tahu yang tinggi tentang suatu hal baru menjadikan saya orang yang sedikit banyak bersikap Skeptis. berbicara soal teman, ada banyak yang memang saya sukai dan merasa cocok bila di dekat mereka. saya termasuk orang yang beruntung dikelilingi oleh teman2 yang dapat diandalkan dan sedikit banyak turut berperan dalam membangun potensi yang selama ini masih terpendam.
pada awal masuk SMA, saya ditempatkan di kelas X-2 bersama dengan teman2 yang bisa dikatakan termasuk pintar( rata-rata peringkat 10 besar dulu di SMP). melihat banyak persaingan, saya tidak gentar ataupun takut, malahan memicu semangat dalam belajar. alhasil, nilai rapor saya memuaskan di semester 1. mulai masuk semester 2, niat saya belajar menjadi kurang dikarenakan sering bermain dan pelajaran yang lumayan sulit seperti biologi, fisika dan matematika. padahal, sewaktu SMP nilai biologi dan fisika termasuk bagus.
akhirnya, kenyataan pun terjadi bahwa saya harus memilih jurusan IPS ketimbang IPA yang sangat diagung-agungkan...
kelas 2 SMA, masa-masa dimana kemampuan saya mulai terasah kendati persaingan sudah agak longgar karena sebagian teman2 yang pintar masuk IPA.
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar