Laman

buku-buku bermakna

  • 101 kisah bermakna dari negeri China( Lei Wei Ye)
  • I am Gifted! So Are You?(Adam Khoo)
  • si cacing dan kotoran kesayangannya(Ajahn Bram)
  • the secret(Rhonda Byrne)

Cari Blog Ini

Rabu, 17 November 2010

Sajak dari Seorang Pembelajar

Sangkakala  Langit
Angin semilir di tengah perbatasan
Lambai pelan tak bersua
Harap tanduk nan muncul
Tergelepar keheningan

Kerikil putih nan elok di tanah pertiwi
Bangkitkan  sangkakala kelam gelap
Tanyakan nurani terdalam segala ucap
Kerikil putih nan elok telan roh diri

Biru kelam di tengah kerumunan
Merah gelap di setiap simpangan
Jerit pilu sayat menyayat pecah sunyi malam
Aroma ngeri membahana layaknya cekam
Lorong langit, 2010


Tak Berbalas
Dingin senyawa di malam merah tenggelam laksana langit tercerai
Terduduk bisu aku, tatap cakrawala hitam nan pekat

Tersadar oh tersadar…
Yang termanis tercuri dari kesepian malam terdingin
Tatkala aku menoleh, tersirat sebuah nama… hilang

Aku sedari termenung…
Jiwa hijau nan lugu lenyap sudah, waktu terlewat

Akankah terlihat?
Bagai gula dikerubung semut
Habis hilang, tersisa kosong
Lorong Langit, 2010

“Itu”
Andai “Itu” berputar
Coba “Itu” berubah
Sang Mawar merekah tersungging seribu aroma

Andai “Itu” bersatu
Coba “Itu” bertemu
Sang Lebah mencium hangatnya nectar merah

Andai “Itu” berputar
Andai “Itu” berubah
Hujan pun menangis bahagia seiring pelangi abadi
Lorong Langit, 2010


Hidup
Teng…teng… teng… denting emas rasuki pikiran
Tak ubahnya opium penyihir ribuan umat
Begitu pun dia ataupun Engkau
Panjatkan rasa seraya mengangkat

Sembari tengok, ternyata kecil mungil ya dia ataupun engkau?
Keluar lepas… hirup penantian sekian lama…

Ayahanda… ini Saya! Tak terlihatkah ?
Aku t’lah bebas! Aku lepas! Inilah awal !

Sakit perih campur senang, tak sia juang lama
Tidur tak tenang, makan pun waspada
Sadar waktu… sadar menit… sadar detik…

Ibunda… ini Saya! Tak terlihatkah?
Aku t’lah bebas! Aku bahagia! Inilah akhir!

Tinggalah secerca pesan kepada yang baru
Lanjutkan semangat ke medan jua
Kembali bila selamat, kabarkan saat gerbang menjemput
Lorong Langit, 2010


Selintas Lalu Perjuangan
Jalan setapak di tepian sawah memanggil rimbaan masa awal
Ingatkan juang jagoan perang
Modalkan tekad, tanpa bersusah, semua bergerak

Panas matahari tersapu deru badak berbaju besi
Tanduk runcing bersiap sambut sang musuh

Terjatuh, terkulai, terjerembab, terdiam
Gumpalan kental terurai bercampur udara
Pekikan menyayat langit memecah kebisuan waktu

Terdiam sesaat… hembusan semilir angin meresap…
Pandangan hampa di depan… seolah berkata sampai bertemu

Gertak gigi menahan api jasmani
Tangan kosong seraya membidik
Tak ada lawan… semua usai teman
Kabarkan ke tanah kota… selintas peristiwa
Lorong Langit, 2010 
Puisi ditulis oleh Randy Hernando

Tidak ada komentar:

Posting Komentar